BOGOR,(NBC) – Sejumlah kepala sekolah dan berbagai pihak mengungkapkan adanya kekurangan tenaga pendidik yang telah berlangsung sejak lama di banyak sekolah, baik tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kondisi ini menjadi sorotan dan perhatian serius publik, khususnya dunia pendidikan di Kabupaten Bogor, di Jawa Barat pada umumnya.

Romi Sikumbang, Ketua DPC LSM Penjara Bogor Raya mengungkapkan, situasi dan kondisi ini sangat memprihatinkan, oleh karenanya membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

"Hampir setiap sekolah, baik SD maupun SMP, mengalami kekurangan guru. Akibatnya, guru yang ada harus bekerja lebih maksimal untuk menutupi kekosongan yang terjadi,"imbuhnya. Senin 22 Juni 2026.

Menurutnya, keterbatasan jumlah tenaga pendidik menjadi salah satu kendala utama dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Bogor. Ia menilai guru merupakan elemen penting dalam proses belajar mengajar yang tidak dapat digantikan.

"Ketersediaan guru merupakan faktor utama untuk menjaga kualitas pendidikan. Jika kekurangan tenaga pendidik terus terjadi, maka dikhawatirkan berdampak pada proses pembelajaran dan kualitas pendidikan di masa mendatang," katanya.

Selain kekurangan guru, Romi juga menyoroti masih adanya sejumlah sekolah yang dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) kepala sekolah dan belum memiliki kepala sekolah definitif. Menurutnya, kondisi tersebut juga perlu menjadi perhatian dalam rangka meningkatkan tata kelola pendidikan.

Dan Romi berharap serta mendesak agar Pemerintah Kabupaten Bogor untuk terus memperjuangkan kebutuhan formasi guru dan kepala sekolah kepada pemerintah pusat sesuai kewenangan yang berlaku.

"Bupati Bogor harus berupaya maksimal memperjuangkan kebutuhan guru dan kepala sekolah. Memang kewenangan pengangkatan berada pada pemerintah pusat, namun pemerintah daerah harus aktif mengusulkan dan memperjuangkan kebutuhan tersebut agar tidak terjadi penurunan kualitas pendidikan," ungkapnya lagi dengan nada menegaskan.