BOGOR,(NBC) - Warga RT 01- 06/RW 05 di lingkungan Perumahan Mountain View Residence, Venesia, Pasadena, Sakura Sentul City, menggelar diskusi terbuka terkait rencana pembangunan akses jalan baru yang diduga akan memotong lahan hijau di sekitar permukiman.

Dalam pertemuan dan atau diskusi ini, mayoritas warga secara tegas menyatakan penolakan karena menganggap proyek tersebut berpotensi merugikan lingkungan dan kenyamanan warga. 15 November 2025.
Diskusi yang digelar di area hijau terbuka warga, namun sangat disayangkan atas ketidak hadiran, kades, RT, RW serta pihak terkait dan pengembang. Sedangkan undangan resmi telah dikirimkan sebelumnya.
Prof.Dr.Bennadi.SH.MH Sambangi Mapolres Lamtim Pertegas Kasus Tanah Wakaf Masjid Nurul Mukmin
Ketidak hadiran para pihak terkait dan berkepentingan ini menjadi sorotan dan pertanyaan sejumlah warga, karena dinilai menghambat proses klarifikasi dan dialog terbuka yang diharapkan dapat menjelaskan tujuan serta dampak proyek.
Hal ini disampaikan, Julius Ketua RT 04 RW 05, secara tegas bahwa, warga sejak awal tidak pernah menerima sosialisasi resmi dari pihak pengembang terkait rencana pembangunan tersebut. Menurutnya, lahan hijau di sekitar permukiman telah lama menjadi area resapan air dan ruang terbuka bagi warga, sehingga perubahan fungsi lahan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan jangka panjang.
“Kami menolak rencana pembangunan jalan ini karena akan merugikan masyarakat, merusak lahan hijau, dan berpotensi mengganggu kenyamanan warga. Pengembang seharusnya datang dan menjelaskan, bukan menghindar,” ujarnya.

Dan dalam kesempatan ini, warga yang turut hadir dalam diskusi juga menyampaikan keberatannya dan menolak keras, karena menilai pembangunan jalan tersebut tidak memiliki urgensi dan justru menimbulkan keresahan. “Pembangunan jalan ini tidak menguntungkan warga. Kami jelas menolak,” imbuhnya dengan nada keras dan tegas.
Penegasan yang sama juga disampaikan, Stevanus, Ia menilai pembangunan jalan tersebut tidak memiliki urgensi dan justru menimbulkan keresahan. “Pembangunan jalan ini tidak menguntungkan warga. Kami jelas menolak,” tegasnya.
Sebagai komitmen penolakan warga atas rencana pembangunan jalan dan perusakan lahan terbuka hijau seluruh warga membubuhkan tanda tangan pada banner atau spanduk yang disediakan panitia atau warga tokoh masyarakat setempat, dan sebanyak dua ratus (200) warga membubuhkan tanda tangannya.
