TANGSEL,((NBC) - SMA Muhammadiyah 25 Pamulang menunjukkan langkah strategis yang tegas dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas kekerasan.
Komitmen ini diwujudkan melalui dua agenda penting, Pertama Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Tiga Pihak dan kedua peningkatan Kompetensi Guru dalam Disiplin Positif dan Anti Perundungan. Kamis 4 Desember 2025.
Guna memperkuat payung hukum dan pendampingan, sekolah secara resmi menggandeng dua lembaga eksternal. MoU ditandatangani oleh Kepala Sekolah Hartono Rahimi, Ketua Majelis Hukum dan HAM PDM Kota Tangerang Selatan Abdul Hamim Jauzie, dan Direktur LBH Keadilan Nurbayu Susandra.
Prof.Dr.Bennadi.SH.MH Sambangi Mapolres Lamtim Pertegas Kasus Tanah Wakaf Masjid Nurul Mukmin
Kemitraan ini bertujuan memberikan pendampingan hukum profesional serta penguatan kapasitas Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) sekolah, memastikan perlindungan hak-hak seluruh warga sekolah.
Bekali Pendidik dengan Prinsip Disiplin Positif
Sebagai tindak lanjut, 40 guru dan tenaga kependidikan mengikuti pelatihan intensif. Acara ini berfokus membekali pendidik dengan prinsip Disiplin Positif sebagai pengganti hukuman fisik dan mental, serta panduan konkret dalam pencegahan dan penanganan kasus bullying.
Narasumber dari LBH Keadilan, Halimah Humayrah Tuanaya, menguraikan secara rinci Peraturan Menteri tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan, termasuk peran krusial TPPK. Sementara itu, Abdul Hamim Jauzie dari PDM memfokuskan materi pada konsep disiplin positif, menekankan pentingnya membangun kesadaran, empati, dan tanggung jawab siswa alih-alih sanksi.
Kepala Sekolah Hartono Rahimi menegaskan komitmen ini, "Disiplin positif harus menjadi pondasi utama. Pelatihan ini adalah investasi kami untuk mengimplementasikan kebijakan TPPK secara total, menciptakan iklim akademik yang Islami, unggul, dan sepenuhnya bebas dari tindak kekerasan."
Dengan kolaborasi yang melibatkan pakar hukum dan advokasi, SMA Muhammadiyah 25 Pamulang serius mewujudkan sekolah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjamin setiap siswa merasa aman dan dihargai.
