BOGOR, (NBC) - Sekolah Dasar Negeri (SDN) Nanggewer 03 melaksanakan pagelaran seni budaya Sunda yang masuk dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Kegiatan pagelaran seni budaya Sunda yang mengusung tema, Zaman Melenial jiwa tetap cinta budaya lokal", dibuka dengan pengguntingan Vita oleh Titin Farida selaku kepala sekolah yang di dampingi Pengawas Pembina Kepala sekolah (PPKS) Hj. Nurkomariah. Berlangsung di halaman sekolah, Sabtu 23 November 2024.

Titin Farida dalam sambutannya mengatakan bahwa, kegiatan ini merupakan implementasi dari proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, dimana menanamkan nilai-nilai cinta budaya serta kearifan lokal atau budaya Sunda.

" Pagelaran seni budaya Sunda ini merupakan penjabaran dari proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, dimana menanamkan nilai-nilai kecintaan budaya Sunda atau kearifan lokal kepada anak-anak atau peserta didik sekolah kita," katanya.

Dia menambahkan, sebagai generasi penerus di era Melenial ini kita menanamkan nilai-nilai kecintaan terhadap budaya lokal sebagai pondasi yang kuat agar kearifan lokal tidak hilang, karena budaya atau kearifan lokal adalah kekayaan Nusantara yang merupakan kekayaan dan harus kita jaga kelestariannya," imbuhnya lagi.

iklan sidebar-1

Hal yang sama juga disampaikan Rizal Maulana ketua pelaksana Pasenda, kegiatan hari ini sesuai dengan tema yaitu, Zaman Melenial Jiwa Tetap mencintai Budaya Lokal, selain itu juga menanamkan kecintaan anak -anak akan hal itu. Karena itu adalah pondasi yang kuat agar anak-anak cinta budaya lokal atau Sunda.

" Di zaman Melenial sekarang ini, kebudayaan lokal akan hilang dan ditinggalkan, karena itu kita harus jaga , kita lestarikan karena budaya Sunda atau kearifan lokal adalah kekayaan Nusantara kebanggaan kita semua," ungkapnya.

Pada kesempatan ini Titin Farida kepada newsbogor menyampaikan, pagelaran seni budaya Sunda ini merupakan penjabaran dari proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, selain menampilkan berbagai pentas tari ada juga makanan atau jajanan tradisional.

" Selain pentas seni budaya berbagai tarian atau permainan digelar juga makanan tradisional atau jajanan tradisional yang juga merupakan kekayaan dan budaya lokal,"pungkasnya. (Roni)