BOGOR, (NBC) - Terkait pagar tembok Sekolah Dasar Negeri (SDN) 02 Jalan. Pramuka, Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat  yang tergerus oleh rumpun bambu milik warga.

Rumpun bambu yang kian hari kian membesar apalagi dedaunanya menjuntai dan menutupi atap gedung sekolah. Selain tidak sedap dipandang mata di kawatirkan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dan berdampak buruk apalagi sampai menimbulkan jatuh korban, dan pagar sekolah yang tergerus oleh rumpun bambu suatu saat akan roboh.

Seperti yang disampaikan oleh Wiwin Soeprijati kepada Newsbogor.com, ini om salah satu masalah yang sedang kita hadapi, kita sedang mencari solusi dan jalan keluarnya. 8 Oktober 2024.

Di sekolah kita ini sedang melakukan banyak pembenahan serta perbaikan, seperti halaman sekolah sedang kita ajukan ke dinas, mudah - mudahan bisa cepat terselesaikan," ujarnya 

Dia juga menambahkan bahwa pagar bagian belakang sekolah tergerus oleh rumpun bambu warga yang bersebelahan dengan pagar sekolah.

iklan sidebar-1

" Dan ini salah satunya yang sedang kita hadapi serta cari solusinya, liat sendiri pagar sekolah kita tergerus oleh tumbuhnya rumpun bambu yang semakin berkembang dan membelah pagar. Dan ini sudah kita sampaikan pada pengawas dan sudah diliat," katanya lagi.

" Kita sudah pernah bertemu pemilik lahan, beliau mempersilahkan jika ingin ditebang bambunya asal pihak sekolah yang menanggung biayanya dan bambunya tetap akan diambil pemiliknya, tapi yang kita bingung dari mana biayanya yang diperkirakan bisa mencapai 10 juta ," kata Wiwin lagi. 

Dilain kesempatan Nur Komariah selaku pengawas gugus yang ditemui disela kegiatan lomba PGRI Cibinong 12 Oktober 2024 mengatakan, saya sudah liat dan nanti akan saya laporkan dan koordinasikan kepada Bu Kabid.

" Saya sudah tau dan sudah liat, dan nanti akan saya laporkan dan koordinasikan dengan Bu Kabid agar nantinya beliau yang menyampaikan pada bagian Sapras Disdik, ya mudah-mudahan secepatnya ada solusi, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan apalagi sampai jatuh korban ," imbuh Nur Komariah.