Lampung Timur,(NBC ) - Bagi orangtua atau wali murid TK PGRI 4 Selorejo Kecamatan Batanghari yang tergolong ekonomi tidak mampu harus bersabar sembari mengelus-elus dada merasakan kesedihan.

Kesedihan muncul setelah menyaksikan anaknya yang masih mengenakan pakaian bebas menangis sebab melihat teman-temannya telah menggunakan baju seragam sekolah baru.

Air laut asin sendiri, Sri Astuti alias Tuti Kepala TK PGRI 4 Selorejo mengatakan pihaknya memberikan prioritas dan mengistimewakan bagi murid-murid yang orangtua atau walinya tidak mampu.

"Ketua Komite, Heru sudah 2 tahun ada berkasnya (struktur susunan pengurus) nanti tak kasih," tutur Sri Astuti ketika dikonfirmasi diruang kerjanya kemarin pada Kamis, 8 Januari 2026 jam 10.00 WIB.

Bendahara dana BOP TK PGRI 4 Selorejo Sinta, laporan keuangan dibuat oleh Maya guru TK Cendekia 52 sebagai operator sebab pihaknya tidak bisa membuat laporan keuangan.

iklan sidebar-1

"Kalau Bendahara BOP Bu Sinta, tapi bukan orang sini namanya operator yang ngurusin (laporan keuangan) BOP dari Batanghari Bu Maya guru TK Cendekia 52 karena dia mencakup, disini belum bisa," kata Tuti panggilan keseharian Sri Astuti.

Ia mengakui, 40 murid dan 3 guru numpang toilet dirumahnya sebab dana BOP tidak cukup melainkan mereka hanya mampu membangun 1 unit gedung TK PGRI 4 Selorejo pada sekitar 17 tahun silam.

Hal tersebut tidak memenuhi standar Kemendikbud sebab toilet untuk murid-murid merupakan prasarana keenam yang harus dipenuhi untuk mendapatkan izin pendirian dan izin operasional tidak harus numpang.

(Toilet) Iya numpang, e.... masuk ke anu belum, karena saya kan belum ini BOP nya juga kecil, belum buat," terang Kepala TK PGRI 4 Selorejo menjawab konfirmasi sebisa mungkin.