Lampung Timur,(NBC ) — Mengalami teror seorang ibu berinisial AO (28), warga Kecamatan Sukadana menjalani asesmen psikologis di RSUD Sukadana dan konseling di praktik Psikolog Klinis Kota Metro.
Ini di jalaninya setelah mengalami rangkaian teror dan tindakan mencurigakan dari seorang pria yang tak lain adalah tetangga sekaligus kerabat suaminya, berinisial AMK alias Khr (27).
Peristiwa itu terjadi pada hari Senin, 13 Oktober 2025, sekitar pukul 23.36 WIB, ketika AO mendapati tiga panggilan tak terjawab dari pelaku. Saat AO menelpon balik, pertanyaan pertama yang dilontarkan AMK bukan soal keamanan, melainkan keberadaan suami AO, IJ, yang saat itu sedang piket malam sebagai satpam. Fakta ironisnya, AMK juga bekerja sebagai satpam di tempat yang sama sehingga sangat mengetahui kondisi tersebut.
Prof.Dr.Bennadi.SH.MH Sambangi Mapolres Lamtim Pertegas Kasus Tanah Wakaf Masjid Nurul Mukmin
Tak lama kemudian, AMK mengaku melihat pintu dapur rumah AO terbuka dan mengajak AO memastikan kondisi rumah. Namun ketika AO mengecek, ia mendapati AMK sudah berdiri di depan pintu dapur yang gelap tanpa lampu, sebuah tindakan yang menimbulkan kecurigaan kuat.
AMK bahkan memaksa AO mengizinkannya masuk dengan dalih ingin membantu memeriksa barang-barang yang mungkin hilang. AO tegas menolak.
Namun setelah pintu dikunci, bukannya pulang, AMK tetap duduk di teras belakang rumah, seolah menunggu kesempatan lain. Gelagat mencurigakan ini membuat AO panik dan mencoba menghubungi suaminya, namun tak tersambung. AO kemudian memanggil AAN, adik kandungnya, untuk datang ke rumah.
AMK masih tak bergeming meski adik AO sudah datang. Bahkan ia sempat menanyai siapa pria yang datang ke rumah di tengah malam, menunjukkan sikap mengontrol yang tak wajar.
AO yang ketakutan akhirnya membuatkan kopi untuk adiknya dan pelaku agar situasi tetap tenang.
Pada pukul 00.42 WIB, AMK baru pamit melalui pesan WhatsApp—bukan kepada AO, tetapi kepada IJ suami AO—seolah hendak menciptakan kesan bahwa kehadirannya merupakan tindakan membantu.
