BOGOR, (NBC) - Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Bogor tidak peka dengan apa yang terjadi beberapa waktu yang lalu atas sikap arogansi anggota Dewan.

Peristiwa itu terjadi ketika Firmansyah sedang menjalankan tugas jurnalistiknya dilokasi peristiwa ambruknya bangunan salah satu Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 (SMKN) Kecamatan Cileungsi. Rabu 10 September 2025.

Tengah berbincang dengan salah seorang anggota DPRD. Tiba-tiba, Junaidi menghampiri dengan nada kasar.

“Eh, kamu ngapain di sini? Kamu enggak kenal saya!” hardiknya dengan nada tinggi dalam bahasa Sunda.

Dan bukan hanya itu, Junaidi juga sempat akan merampas ponsel ketika Firmansyah hendak mengeluarkan dari tasnya.

iklan sidebar-1

“Bapak kenapa marah-marah? Kenapa arogan dan melotot-melotot ke saya?” ujar Firman menanggapi aksi tersebut.

Diduga, sikap emosional Junaidi terkait pemberitaan sebelumnya mengenai rangkap jabatannya sebagai Ketua RW di Desa Limusnunggal. Kasus itu bahkan pernah dilaporkan ke Badan Kehormatan Dewan (BKD) karena dianggap melanggar kode etik, namun hingga kini belum ada tindak lanjut.

Insiden ini sempat disaksikan oleh anggota DPRD Kabupaten Bogor, Rudi Sabana, seorang pegawai KCD Provinsi Jawa Barat, serta beberapa wartawan lain. Rudi berusaha melerai agar peristiwa tidak berlanjut.

“Udah, udah Pak Ketua, malu banyak orang,” ujar Rudi dengan melerai serta menenangkan keduanya