BOGOR,(NBC) - Realisasi Dana Desa (DD) Desa Tangkil Kecamatan Caringin terindikasi banyak kejanggalan dan dana ketahanan pangan sebesar 20% diduga tidak tersalurkan.
Namun sangat disayangkan dan patut diduga dana ketahanan pangan tersebut tidak tersalurkan dan atau tidak terealisasi. Ini disampaikan oleh Agus Kosasih ketua Gapoktan Maju Dua (MD) Desa Tangkil Kecamatan Caringin.
Ini disampaikannya saat ditemui dan berbincang dengan Tim, 4 Februari 2025 dimana Agus Kosasih mengatakan selaku ketua Gapoktan tidak pernah menerima bantuan apapun dari Desa Tangkil.
Prof.Dr.Bennadi.SH.MH Sambangi Mapolres Lamtim Pertegas Kasus Tanah Wakaf Masjid Nurul Mukmin
" Saya sudah sekitar enam tahun sebagai ketua Gapoktan tidak pernah menerima ataupun mendapatkan dana hibah atau bantuan,"katanya
Agus juga menjelaskan bahwa, semua kegiatan Gapoktan atau kelompok tani yang dipimpinnya, tanam ataupun pengembangan dikelola secara mandiri alias pake dana sendiri.
" Apapun kegiatan tanam ataupun pengembangan pertanian kami kelola secara mandiri dengan dana sendiri, termasuk yang kata pembangunan atau pembuatan lumbung pangan di wilayah kami tidak ada sama sekali, termasuk saat saya mengajukan pembangunan kantor atau sekretariat, itu turun bantuannya tapi saya tolak karena tidak sesuai dengan dengan lokasi dan alamat yang saya ajukan, nah itupun saya tidak tahu di bangun dimana," tandasnya lagi.
Sementara ketika NewsBogor, Edwar ketua DPD IMW Jawa Barat bersama tim hendak mengkonpirmasi terkait hal tersebut dan berkunjung ke kantor Desa Tangkil Kecamatan Caringin pada Selasa 11 Febuari 2025, sekitar pukul 15. 55 wib hanya bertemu salah satu staf desa bernama Yudi, dan meminta tim mengkonfirmasi hal tersebut kepada Sekretaris Desa dan memberikan nomor teleponnya. Namun sangat disayangkan ketika di hubungi via telepon sekertaris Desa tidak ada respon
Terkait temuan tim serta dugaan penyelewengan serta kejanggalan laporan pertanggungjawaban realisasi Dana Desa Tangkil tersebut Edwar menegaskan bahwa, akan menindaklanjutinya agar semua menjadi terang benderang dan akan membawa dugaan tersebut ke ranah hukum.
" Kita akan terus mempertanyakan terkait dugaan penyelewengan, penggelapan serta tidak terealisasikan dana yang memang sudah dialokasikan itu, selain itu terindikasi banyak kejanggalan atas laporan pertanggungjawaban mereka," ucapnya.
