JAKARTA,(NBC ) — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar selenggarakan festival Ramadhan yang berlangsung khidmat dan penuh makna edukatif sebanyak 284 santri turut hadir
Kegiatan Pesantren Ramadhan yang digelar di Masjid Syajarotun Thoyyibah menjadi salah satu program unggulan dalam rangka penguatan fungsi masjid sebagai pusat pendidikan dan pembinaan karakter generasi muda. Kamis 26 Februari 2026
Program Pesantren Ramadhan tersebut dilaksanakan selama 28 hari penuh oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan diikuti sekitar 350 peserta didik tingkat SD hingga SMP berusia 7–17 tahun yang berasal dari lingkungan sekitar DPP Partai Golkar. Kegiatan ini melibatkan 17 tenaga pengajar yang merupakan mahasiswa dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi Islam dan umum, antara lain UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, PTIQ Jakarta, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, serta Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh istri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sri Suparni Bahlil Lahadalia, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji, serta Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, bersama jajaran Ibu-Ibu Ikatan Istri Fraksi Partai Golkar (IIFPG).
Dalam sambutannya, Sri Suparni Bahlil menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan Pesantren Ramadhan yang dinilainya bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi pembinaan sumber daya manusia berbasis nilai keislaman dan kebangsaan.
Sri menegaskan bahwa masjid di lingkungan Partai Golkar harus mampu bertransformasi menjadi pusat peradaban, ruang literasi keagamaan, serta wahana pembentukan karakter yang adaptif terhadap tantangan era digital.
“Pesantren Ramadhan ini merupakan ikhtiar konkret dalam membangun generasi yang berakhlak, berilmu, dan memiliki kepedulian sosial. Saya berharap program seperti ini dapat direplikasi dan menjadi percontohan bagi masjid-masjid Golkar di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan literasi keagamaan sejak usia dini menjadi krusial di tengah derasnya arus informasi global yang kerap tidak terfilter. Oleh karena itu, kegiatan pembinaan berbasis masjid dinilai strategis untuk menanamkan nilai moderasi, integritas, dan tanggung jawab sosial.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Sri Suparni Bahlil juga menyerahkan santunan kepada seluruh peserta Pesantren Ramadhan serta apresiasi kepada 17 tenaga pengajar yang terlibat aktif dalam kegiatan tersebut.
