BOGOR,(NBC) - Penetapan tersangka oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Terkait dugaan korupsi RSUD Parung dipandang masih kurang tepat.
Hal ini disampaikan oleh Johan Pakpahan ketua Peduli Rakyat Bogor (PRB). Penetapan tersangka oknum Asn terkait korupsi RSUD Parung oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) ini masih kurang tepat, karena jika diduga kuat banyak pihak yang terkait ataupun terlibat dengan masalah tersebut.
Salah satu contoh konkrit, pelaksana dan pemenang tender adalah staf, walaupun hanya staf biasa," kata Johan Pakpahan.
Oleh karena itu, Kepala ULP pada saat itu, PPK dan PPA juga duga kuat ikut bersama - sama terlibat dalam korupsi proyek APBD propinsi itu dan juga kepala Dinas Kesehatan karena juga bagian dari proyek RSUD Parung. Dengan demikian penyidikkan dugaan korupsi jangan berhenti pada sosok oknum ASN itu saja ," ungkapnya lagi.
Johan Pakpahan juga meminta penyidikkan dugaan korupsi ini jangan berhenti pada staf dan oknum ASN saja, karena bukan tidak mungkin mereka hanya korban dan tumbal pejabat yang rakus akan kekayaan dengan cara tidak benar. Apalagi proses pencairan APBD propinsi harus ada pejabat setingkat Kadis (Kepala Dinas) Eslon 2 dan Kepala Daerah saat itu,mereka semua harus juga di periksa dan ikut bertanggung jawab,"tegasnya lagi.
Penegakan hukum harus adil dan jangan tebang pilih,semua di mata hukum sama tidak ada yang kebal hukum di negara ini, jangan lagi ada yang disembunyikan serta ditutup - tutupi.
Dan saat proyek itu berjalan ada pengawas Proyek, konsultan, perencana semua harus di jelaskn peranannya dalam pelaksanan proyek dan apa tanggung jawab hukumnya. jangan sampai sebatas saksi saja, karena proyek itu berjalan semua masing - masing ada tangung jawab hukum dan tidak boleh ada pengecualian dan bebas cukup menjadi hanya saksi saja.
Johan Pakpahan, juga meminta agar Kejari Cibinong transparan menangani kasus ini, karena bukan tidak mungkin melibatkan Kepala Daerah, anggota DPRD provinsi serta anggota DPRD kabupaten. Selain itu Kejari harus berani mengungkap kasus ini dan siapa saja yang terlibat dan siapa saja dibalik korupsi proyek besar di Kabupaten Bogor khususnya RSUD Parung.