SURABAYA, (NBC) - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, bahwa Presiden Prabowo telah memerintahkan agar segera menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS serta mengusut tuntas pihak-pihak yang terlibat dalam kasus tersebut.
"Saya telah mendapatkan perintah langsung dari bapak presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesiona, transparan," kata Sigit, Minggu, 15 Maret 2025.
Kapolri menyampaikan bahwa pengusutan kasus ini akan dilakukan secara scientific crime investigation. Namun hingga kini, proses pengumpulan alat bukti dan keterangan saksi-saksi masih terus dilakukan penyidik.
"Tentunya tetap mengedepankan scientific crime investigation. Saat ini, kita sedang melakukan pengumpulan informasi-informasi dan informasi-informasi tersebut nantinya akan kita dalami satu per satu," tegasnya.
Selain itu, dia juga memerintahkan para personel untuk rutin mengupdate perkembangan penyelidikan kasus penyiraman tersebut.
"Secara rutin setelah ada perkembangan dari hasil pengumpulan informasi yang kita dapat, akan kita informasikan," ucapnya.
Seperti diketahui, Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus disiram air keras oleh dua orang tak dikenal di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat, pada Kamis, 12 Maret 2026 malam. Akibat kejadian itu, Andrie mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan 24 persen disebabkan reaksi peradangan dari cairan air keras yang mengenai kulit.
Luka akibat air keras itu terdapat pada area wajah, khususnya di sisi kanan, termasuk pada mata kanan, kedua tangan, serta bagian dada.
