BOGOR,(NBC) - Dinas ataupun instansi terkait kepemerintahan adalah jabatan publik yang melayani serta memberikan informasi yang dapat dipercaya dan bertanggung jawab.
Namun tidak demikian pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bogor, betapa tidak salah satu awak media (Bogor Update) berulang kali mengajukan atau meminta bertemu dan bertatap muka. Untuk mendapat informasi terkait program bantuan Rutilahu namun selalu gagal.
Dan sikap ketertutupan pejabat di lingkungan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman sangat disesalkan.
Entah apa yang merasuki hati dan pikiran pejabat di DPKP ini sehingga terkesan alergi kepada awak media dalam kaitan tugas jurnalistik. Sikap seperti ini jelas kurang memahami tupoksinya serta tidak mematuhi aturan undang- undang tentang Keterbukaan Informasi Publik ( KIP ) juga tentang undang undang Pers,
Ini terjadi dan dialami oleh salah seorang jurnalis senior media yang ingin menemui pejabat dimaksud dan apalagi terlebih dahulu menghubungi Sekdis pada Dinas terkait dimana , kemudian menyarankan agar untuk bertemu langsung dengan Kepala Bidang (Kabid) yang membidangi program yang dimaksud Kawasan Pemukiman (KWP ) yang memang sedang ada di ruangan, Senin 25 Mei 2026.
Dan melalui petugas front office, awak media diminta untuk menunggu karena yang bersangkutan (Kabid) sedang ada giat meeting ZOOM. Namun sangat menunggu hingga pukul 12 ; 00 wib belum juga ada pemberitahuan, dan sangat disesalkan dan mengecewakan, dan yang lebih mengejutkan lagi, petugas mengatakan bahwa pejabat terkait (Kabid) tidak ada diruangan dan sedang dinas luar.
Peristiwa ini sangat diluar dugaan, sikap tak bertanggung jawab, sikap pendusta dan berbohong diduga terpatri kuat serta terpelihara dilingkungan birokrasi instansi Kabupaten Bogor khususnya di lingkungan DPKP. Berulang kali dihubungi lewat aplikasi WhatsApp tetap saja tidak ada respon dan jawaban.
Dan informasi yang berhasil dihimpun, diduga dan ternyata pejabat tersebut sengaja menghindar dan keluar lewat pintu lain menuju lantai dasar kemudian pergi entah kemana tanpa pesan. Dan apakah ini adalah sudah kharakter pejabat yang tidak memahami apa itu transparansi/ keterbukaan .
Karenanya harapan terhadap Rudy Susmanto selaku Bupati Bogor atau orang nomor satu dalam pucuk pimpinan diminta agar lebih selektif lagi dalam memilih dan mengangkat pejabat eselon di lingkungan Pemkab Bogor