JAKARTA,(NBC) - Koordinator Center for Budget Analysis (CBA), Jajang Nurjaman, menyoroti anggaran belanja natura untuk kebutuhan rumah tangga Wali Kota Depok.

Sorotan tajam kembali diarahkan pada penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Depok. anggaran belanja natura untuk kebutuhan rumah tangga Wali Kota Depok, Dr. H. Supian Suri, yang nilainya mencapai puluhan juta rupiah setiap bulan.

Karena menurut Jajang, pos anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk kepentingan administratif kepala daerah, tetapi juga mencakup kebutuhan dapur rumah dinas secara lengkap, mulai dari buah-buahan, bumbu dapur, sayur mayur, lauk pauk, hingga sembako pokok. “Menjadi pemimpin daerah di Indonesia ternyata sangat istimewa. 

Namun sebaliknya, kalau rakyat harus berjuang memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, lain halnya dengan rumah tangga wali kota. Setiap hari makan dan minumnya dijamin penuh, beragam, dan gratis

semuanya dibayar dari uang pajak warga,” ungkap Jajang. Rabu 22 April 2026

Karena berdasarkan catatan CBA, anggaran natura pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp396 juta. Sementara pada tahun 2026, anggaran tersebut naik menjadi lebih dari Rp405 juta. Artinya, terjadi kenaikan anggaran sebesar Rp9,9 juta atau hampir Rp10 juta hanya dalam kurun satu tahun.“Pertanyaannya, apakah kenaikan ini karena harga sayuran di pasar Depok naik setinggi langit? Atau mungkin dapur wali kota makin banyak tamu istimewa yang harus dijamu?," ungkap Jajang lagi dengan nada menyentil

Selain itu Jajang juga menilai, dengan nilai anggaran lebih dari Rp33 juta per bulan, publik berhak mempertanyakan proporsionalitas penggunaan dana tersebut.

“Lebih dari Rp30  juta setiap bulan hanya untuk belanja dapur. Berapa karung beras, berapa keranjang buah, berapa ikan dan daging yang bisa dibeli dengan uang sebesar itu? Seolah-olah di rumah dinas bukan hanya tinggal wali kota dan keluarga, tetapi satu pasukan tentara yang harus diberi makan tiga kali sehari,” tandasnya dengan nada menegaskan