BOGOR,(NBC) - Wujud Komitmen penerapan Standar Pelayanan Minimal sektor pendidikan Kabupaten Bogor.
Rudy Susmanto Bupati Bogor meluncurkan program bantuan perlengkapan sekolah bagi peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD). Hal ini sebagai wujud komitmen dalam penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di sektor pendidikan, Program tersebut disalurkan melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor kepada siswa yang membutuhkan.
Rusliandy Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor,menyampaikan bahwa bantuan perlengkapan sekolah ini bertujuan untuk mendorong semangat belajar siswa sekaligus mendukung kelancaran proses belajar mengajar di sekolah. Rabu 24 Desember 2025.
" Bantuan yang diberikan sebagai penunjang KBM, antara lain,tas sekolah, buku tulis, serta satu set alat tulis yang dapat langsung digunakan oleh siswa,” kata Rusliandy.
Dan Rusliandy juga menjelaskan, program bantuan ini diprioritaskan bagi peserta didik Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang berasal dari keluarga kurang mampu atau masuk dalam kategori afirmasi.
" Sebanyak 5.500 siswa penerima bantuan dalam setahun, seluruh bantuan telah kami didistribusikan ke masing-masing sekolah untuk selanjutnya dibagikan kepada para peserta didik,” terangnya.
Kadisdik berharap program ini dapat membantu meringankan beban orang tua sekaligus memastikan setiap anak memiliki perlengkapan belajar yang memadai, sehingga dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan optimal.
Disisi lain sebelumnya Selasa 23 Desember 2025, Bupati Rudy juga menyerahkan bantuan bis sekolah kepada siswa di Desa Malasari dan sekitarnya, dan Pemkab Bogor telah mengirimkan tiga unit kendaraan sekolah ke wilayah tersebut, dan kini ditambah satu unit lagi sehingga total sudah empat unit bus sekolah yang beroperasi di Desa Malasari dan sekitarnya.
Bantuan bis sekolah Ini diberikan karena Bupati melihat anak-anak Desa Malasari berangkat dan pulang sekolah harus berjalan kaki sekitar 5 (lima) kilometer menembus Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Oleh karena itu dengan adanya bis sekolah ini, Bupati berharap para pelajar tidak lagi harus pergi dan pulang sekolah dengan berjalan kaki serta menghadapi risiko hujan maupun medan yang berat dan bertambah semangat serta gairah mengikuti kegiatan belajar mengajar
